Saturday, 30 July 2016

Cara mengatasi jika aplikasi rapfish Add-Ins belum muncul pada layar excel


Berikut adalah tahapan yang harus anda lakukan jika terjadi masalah pada aplikasi excel anda belum muncul Rapfish Add-Ins sehingga anda belum bisa menjalankan aplikasi tersebut dengan sempurna. Adapun tahapan yang harus anda lakukan adalah sebagai berikut :
1.        Klik sudut kiri atas pada layar execl

2.        2.    Pilih excel option
3.        Pilih add in terus klik excel add ins kemudian go

4.        Centang pilihan analisis toolpak, analisis toolpak-VBA dan Rapfish1.6, kemudian OK
Rapfish 1.6 merupakan aplikasi bantu untuk computer/laptop yang menggunakan windows 7 ke atas. Sedangkan untuk windows di bawah 7 gunakan Rapfish 97

5.        Jika semua tahapan di atas telah dilakukan maka seharusnya pada add ins aplikasi rapfish sudah muncul pada layar excel anda

6.        Buka file excel yang baru klik pada Add-Ins, maka seharusnya sudah muncul icon Rapfish
7.        Silahkan klik untuk menjalankan aplikasi ke form file excel yang sudah tersedia
8.        Sesuaikan dimensi, atribut dan interval skor sesuai dengan rencana penelitian anda


Semoga tilisan ini membantu anda dan dapat melanjutkan proses analisis dengan metoda Rapfish dan MDS hingga selesai. Terima kasih

Mengenal Rapfish (Rapid Apraisal for Fisheries) dan Multi-Dimensional Scaling (MDS)


Mungkin anda adalah sorang mahasiswa atau peneliti di perikanan, kelautan, pertanian, peternakan, kehutanan dan atau lingkungan yang berkeninginan mengenal Rapfish dan MDS. Dalam tulisan ini akan coba diperkenalkan apa itu Rapfish dan kaitannya dengan MDS. Anda juga mungkin dapat mengkonfirmasi informasi ini pada tulisan ilmiah atau penelitan yang ada di internet lainnya.
Awalnya saya juga adalah seorang mahasiswa yang tertarik dengan metode penelitian dengan mengunakan Rapfish dan MDS sehingga saya mencoba mendalaminya dan akhirnya menyelesaikan tesis dengan metode tersebut. Langsung saja, Rapfish (Rapid Appraissal for Fisheries) adalah tehnik cepat dalam menganalisis/mengevaluasi status keberlanjutan perikanan di suatau lokus tertentu secara multidimensional. Teknik ini dikembangkan oleh University of British Columbia Canada. Peneliti dalam hal ini tidak mengubah, menambah atau mengadakan manipulasi/eksperimen terhadap obyek atau wilayah penelitian.
Rapfish didasarkan pada teknik ordinasi yaitu menempatkan sesuatu nilai (skor) pada atribut yang terukur dengan menggunakan Multi-Dimensional Scaling (MDS) dengan melibatkan beberapa dimensi. Dimensi dalam Rapfish menyangkut dimensi dari ekologi, ekonomi,teknologi, sosial dan etika (hukum dan kelembagaan). Setiap dimensi memiliki atribut atau indikator yang terkait dengan sustainability sebagaimana yang diisyaratkan oleh FAO (1999) dan Pitcher and Preikshot (2001).
Acuan utama yang digunakan dalam pendekatan ini adalah Code of Conduct Responsible Fisheries (FAO 1995), Sustainable Development Reference System (FAO) Indicator for Sustainable Development of Marine Capture Fisheries (FAO 1999) dan Rapid Apraisal for Fisheries (FAO 1999). Kemudian diformulasikan dengan pendapat ahli seperti Kavanagh (2001), Pitcher and Preiskhot (2001), Susilo (2003) dan Hermawan (2006) untuk kondisi lokal (daerah penelitian).
Pada metode ini, analisis terhadap semua dimensi dilakukan secara bersamaan atau simultan sehingga dihasilkan suatu vektor skala. Dengan Rapfish dapat diperoleh gambaran jelas dan komprehensif mengenai kondisi sumberdaya perikanan, khususnya perikanan di daerah penelitian sehingga akhirnya dapat dijadikan bahan untuk menentukan kebijakan yang tepat untuk mencapai pembangunan perikanan yang berkelanjutan. Hal yang sama juga telah banyak dikembangkan dengan modifikasi aplikasi Rapfish. Jadi Rapfish bukan harus untuk mengevaluasi keberlanjutan perikanan saja, tetapi dapat juga digunakan untuk bidang yang berbeda seperti kehutanan, pertanian, peternakan dan pengelolaan lingkungan.
Menurut Taryono (2003) berbagai hasil empiris analisis kelestarian sumberdaya dengan aplikasi Rapfish, diantaranya telah dilakukan oleh Pitcher and Preikshot (2000), serta Fauzi dan Anna (2002). Hasil analisis terhadap perikanan Atlantik Utara (sisi Barat dan sisi Timur) menurut Alder et al. (2000) didapatkan bahwa Perikanan Teluk Meine (Amerika Serikat) mempunyai indikator kelestarian sosial dan teknis yang lebih tinggi dibandingkan dengan perikanan Kanada, Inggris, maupun Jerman.
Hasil aplikasi pendekatan Rapfish pada perikanan laut di DKI Jakarta dan pertama kali di Indonesia yang dilakukan oleh Fauzi dan Anna (2002) menunjukkan bahwa dari dua belas jenis alat tangkap yang dianalisis disimpulkan bahwa alat tangkap pasif seperti bubu dan pancing, berdasarkan indikator kelestarian ekologi berada diantara good dan bad, tetapi secara sosial dan ekonomi cenderung ke arah bad score. Sebaliknya pada perikanan aktif secara teknologi dan ekologi mempunyai skor buruk (bad score), tetapi sebaliknya secara ekonomis dan sosial cenderung ke arah baik (good).

Fauzi dan Anna (2005) menyimpulkan bahwa dari sisi ekologi, alat tangkap yang beroperasi di luar Teluk Jakarta cenderung memiliki skor keberlanjutan relatif lebih rendah, sebab alat tangkap aktif cenderung menimbulkan masalah ekologi, seperti by catch, non selective, dan catch before maturity. Sebaliknya, alat tangkap yang beroperasi di dalam Teluk Jakarta cenderung pasif dan lebih bersifat selektif dan tradisional, sehingga tidak terlalu destruktif. Namun skor keberlanjutan ekonomi antara perikanan di luar teluk dan di dalam teluk menunjukkan bahwa perikanan di dalam Teluk Jakarta cenderung memiliki skor sustainability rendah. Hasil analisis leverage untuk menguji sensitivitas atribut untuk setiap dimensi terhadap skor kelestarian perikanan pesisir Jakarta diperoleh bahwa marketable right, employment sector dan other income mempunyai derajat kepekaan yang tinggi. Sementara pada dimensi sosial, maka tingkat pendidikan, pengetahuan lingkungan serta fishing income mempunyai derajat yang penting dalam mempengaruhi tingkat kelestarian sumberdaya perikanan tersebut. Sementara secara teknis (teknologi) atribut selective gear mendominasi atribut lainnya dalam mempengaruhi tingkat kelestarian tersebut. Sedangkan pada dimensi etika, keterlibatan nelayan dalam penentuan kebijakan (just management) sangat nyata mempengaruhi nilai kelestarian tersebut. 

Cara Menjalankan Aplikasi Rapfish Pada Microsoft Excel


Rapfish (Rapid Apraisal for Fisheries)  adalah salah satu alternatif pendekatan yang dapat digunakan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi/menentukan status keberlanjutan perikanan. Tehnik ini dikembangkan oleh University of British Columbia Canada untuk mengevaluasi sustainability dari perikanan secara multidisipliner. Pada metode ini, analisis terhadap semua dimensi dilakukan secara bersamaan atau simultan sehingga dihasilkan suatu vektor skala. Dengan Rapfish dapat diperoleh gambaran jelas dan komprehensif mengenai kondisi sumberdaya perikanan, khususnya perikanan di daerah penelitian sehingga akhirnya dapat dijadikan bahan untuk menentukan kebijakan yang tepat untuk mencapai pembangunan perikanan yang berkelanjutan.
Menanggapi beberapa pertanyaan pembaca sebelumnya, maka kali ini saya akan mencoba menerangkan cara atau tahapan dalam menjalankan aplikasi Rapfish sehingga dapat diperoleh hasil seperti yang diharapkan tanpa mengabaikan prosedur yang sebenarnya. Langkah awal yang harus anda lakukan adalah mendownload aplikasi Rapfish pada www.rapfish.org. setelah itu mari kita simak bersama step-step selanjutnya.
1.        Klik Rap1_6 untuk anda yang menggunakan Microsoft excel versi di atas 2007 dan Rap97 untuk anda yang menggunakan Microsoft excel versi di atas sebelum itu (maksudnya mungkin masih ada diantara kita yang pakai Microsoft excel 1997-2003)

2.        Buka file Redsea dari file excel penjelasan no.1 di atas dengan open file dan cari file Redsea dimana anda simpan sebelumnya

3.        Klik Add-Ins pada bar bagian atas file excel anda, kemudaian klik Rapfish pada pokok kiri atas bergambar ikan

4.        Pada saat anda klik pertama kalinya mungkin yang muncul seperti pada gambar di atas.
5.        Tutup kemudian klik kembali sehingga muncul angka-angka di dalam setiap kolom yang ada

6.     Isikan jumlah responden yang telah anda input pada file RapsScore di file excel RedSea anda pada kolom Real Fisheries/Number of Fisheries

7.      Pada kolom Reference isikan angka 4. Yang artinya aplikasi Rapfish memakai 4 skala yakni good, bad, up & down. Isikan juga angka pada baris ke berapa nilai good, bad, up & down tersebut di kolom dibawah Reference.


8.     Pada kolom Anchor isikan berapa jumlah kolom anchor fisheries yang berwarna merah-merah tersebut. Harapa tidak terlalu mengotak-atik kolom yang berwarna merah-merah tersebut karena berisi rumusan algoritma ALSCAL

9.        Pada kolom 1stAnchor Fishery isikan angka kolom nomor berapa pada file excel anda 1stAnchor Fishery tersebut

10.    Pada kolom Number of attributes isikan berapa jumlah atribut pada dimensi yang akan dianalisis, seperti pada contoh ini ada 10 attributes pada dimensi ekologi

11.    Pada kolom letter of 1st attributes disikan pada kolom apa atribut pertama dimulai, seperti pada contoh ini atribut dimulai dari kolom D

12.    Pada kolom Monte Carlo analysis, tepatnya pada Number of random repeats isi 25 yang artinya pengulangan dilakukan sebanyak 20 kali dan pada kolom Normal 0 mean erroe distribution with 95% confidence interval= isikan 25 yang artinya batas nilai stress kewajaran data analisis hanya sampai 25% yang diizinkan sesuai dengan penelitian Fauzi dan Anna, 2004
13.    Sedangkan untuk kolom yang lainnya biarkan saja, atau boleh juga dikosongkan
14. Jika semua tahapan di atas telah selesai, mulailah dengan menekan/klik Run Rapfish, Run Leveraging dan Run Minte Carlo
15.    Hasilnya dapat anda lihat pada worksheet RapAnalysys, Leverage Attributes dan MonteCarlo



16.  Untuk melihat nilai Indek Keberlanjutannya dapat dilihat pada worksheet RapAnalysis; pada kolom & Flipped jumlah semua nilainya kemudian dibagi jumlah responden anda itulah nilai indek keberlanjutannya.

Lakukan langkah-langkah yang sama untuk analisis setiap dimensi pada penelitian anda.
Jika adan belum memiliki Aplikasi Rapfish silahkan download di www.rapfish.org
Kiranya tulisan ini bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung ke http://topnewsfisheries.blogspot.co.id/

Tuesday, 5 July 2016

MANAJEMEN ADALAH…

Apakah Manajemen itu?
Robbin dan Coulter:
Istilah manajemen mengacu pada proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif melalui orang lain.

Stoner dan Wankel
Manajemen adalah proses merencanakan, mengkoordinasikan, memimpin, mengendalikan usaha-usaha anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.

Terry
Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan, perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Kesimpulan
  1. Permasalahan manajemen berkaitan dengan usaha untuk memelihara kerjasama sekelompok orang dalam suatu kesatuan serta usaha memanfaatkan sumber daya yang lain untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang ditetapkan sebelumnya.
  2. Manajemen à Efisiensi dan efetivitas


MANAJEMEN STRATEGIK

I.       Sejarah Manajemen Strategik
Perkembangan Manajemen Strategik
  1. Budgeting dan financial controlling (1900=an)
  2. Long Range Planning (1950-an)
  3. Corporate Strategic Planning
  4. Strategic Management

II.    Arti Manajemen Strategik
Scarborough dan Zimmerer
Manajemen strategik meliputi pengembangan kegiatan perencanaan dan merupakan pedoman bagi perusahaan di dalam mencapai misi, tujuan, dan dapat menyelesaikan masalah-masalah secara obyektif.

Steiner dan Miner
Manajemen strategik berkenaan dengan menghubungkan organisasi dengan lingkungannya, merumuskan strategi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut, dan memastikan bahwa implementasi strategi berjalan dengan baik.

Wahyudi
Manajemen strategik adalah suatu seni dan ilmu dari pembuatan (formulating), penerapan (implementing), dan evaluasi (evaluating), keputusan-keputusan strategis antar fungsi-fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan-tujuan masa datang.

Tiga Proses Manajemen Strategik
  1. Pembuatan strategi
  2. Pembuatan strategi
  3. Evaluasi dan kontrol strategi


PERBEDAAN STRATEGI DAN TAKTIK

Strategi            :  Apa yang seharusnya kita kerjakan
Taktik              :  Bagaimana untuk mengerjakan sesuatu

Drucker
Strategi            :  Doing the right things
Taktik              :  Doing the right

Karl Von Clausewitz
Strategi            :  Merupakan suatu seni menggunakan pertempuran untuk memenangkan suatu perang.
Taktik              :  Seni menggunakan tentara dalam sebuah pertempuran

Dalam bisnis
Taktik merupakan sekumpulan program-program kerja yang dibentuk untuk melengkapi startegi bisnis.

Kesimpulan:
Taktik merupakan penjabaran opersional jangka pendek dari strategi agar strategi tersebut dapat diterapkan.

Manfaat manajemen strategik:

  1. Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju
  2. Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi
  3. Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif
  4. Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin berisiko.
  5. Aktivitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah di masa datang
  6. aktivitas yang tumpang tindih akan dikurangi

Tuesday, 14 June 2016

Inti Sari Perka BKN No.7 Tahun 2016 tentang Peralihan Penyuluh Perikanan PNS


Pasca terbitnya Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (Perka BKN) Nomor.7 tahun 2016 tentang Pelaksanaan Pengalihan Pegawai Negeri Sipil Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/ Kota yang Menduduki Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan dan Pengawas Perikanan Bidang Mutu Hasil Perikanan Menjadi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan telah diterbitkan pada tanggal 24 Maret 2016 banyak pertanyaan yang menanyakan apakah inti sari dari Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara tersebut. Adapun yang menjadi inti sari dari Perka BKN tersbut sebatas pemahaman saya adalah : 1) Pegawai Negeri Sipil yang dialihkan statusnya adalah PNS/CPNS Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/ Kota menduduki Jabatan FungsionalPenyuluh Perikanan dan Pengawas Perikanan Bidang Mutu Perikanan, 2) PNS/CPNS yang nantinya telah dialihkan statusnya tersebut akan ditempatkan pada unit kerja yang melaksanakan Urusan Bidang Kelautan dan Perikanan pada wilayah Provinsi dan/ atau wilayah Kabupaten / Kota dengan jabatan dan wilayah kerja yang sama, 3) Peralihan tersebut ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2016, 4) Pemberian gaji dan tunjangan PNS/CPNS yang akan beralih statusnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhitungmulai tanggal 1 Januari 2017, sedangkan untuk gaji bulan Oktober, bulan November, dan bulan Desember 2016 tetap dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota, 5) Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/ Kota wajib menyampaikan daftar nominatif Pegawai Negeri Sipil yang Menduduki Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan dan Pengawas Perikanan BidangMutu Hasil Perikanan yang akan dialihkan menjadi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada Pejabat yang Berwenang, 6) Kepala Badan Kepegawaian Negara menetapkan keputusan pengalihan Pegawai Negeri Sipil Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota yang Menduduki Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan dan Pengawas Perikanan Bidang Mutu Perikanan menjadi PegawaiNegeri Sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan, 7) Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Friday, 10 June 2016

Pentingnya Pemantauan Potensi dan Degradasi Sumber Daya Kelautan




Laut adalah kumpulan air asin yang luas dan berhubungan dengan samudra. Ketika kita berbicara laut maka kita juga berbicara wilayah kolom air laut, bagian yang berada diatasnya, dasar laut, dan wilayah daratan yang masih terkena imbas dinamikanya dan sumberdaya kelautan itu sendiri.Sumberdaya yang berada di laut dan merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan dengan prinsip keberlangsungan supaya dapat terus dimanfaatkan dan dinikmati bersama. Adapun objek sumberdaya kelautan itu adalah mencakup : 1) Perikanan, 2) Industri bioteknologi kelautan, 3) Pariwisata bahari, 4) Pertambangan dan energi, 5) Perhubungan laut, 6) Industri dan jasa maritim, 7) Pulau-pulau kecil, 8) Sumberdaya non konvensional seperti benda-benda berharga asal muatan kapal tenggelam (harta karun di dasar laut).

Secara umum, beberapa potensi sumberdaya kelautan di atas memiliki manfaat yang dapat diberdayagunakan yang sekarang dapat kita lihat sendiri. Adapun beberapa manfaat sumberdaya kelautan tersebut adalah : 1) Manfaat ekosistem pesisir dan laut sebagai penyokong kehidupan, 2) manfaat ekosistem pesisir  dan laut secara sosial budaya, dan 3) manfaat ekosistem pesisir dan laut sebagai sumber produksi ikan dan plasma nutfah. Faktanya saat ini pemanfaatan tersebut belum optimal dan maksimal khusunya terkait dengan bahan muatan kapal tenggelam (BMKT), Garam, Pasir Laut. 

Pemanfaatan saat ini lebih kepada menfaata ekonomi sehingga menyebabkan terjadinya degradasi sumberdaya kelautan yang ada. Cara pemanfaatan yang tidak mempertimbangkan manfaat sosial budaya dan ekosistem iti sendiri ternyata berdampak pada degradasi sumberdaya kelautan seperti penurunan kualitas dan kuantitas seumberdaya ekosistem pesisir dan laut. Lemahnya sistem kelembagaan yang ada selama ini dianggap sebagai salah satu penyebabnya. Tetapi masalah kelembagaan tersbut diyakini dapat diselesaikan/ diatasi dengan adanya pemahaman dan persamaan persespsi dalam pengelolaan, pemantauan dan pemanfaatan sumberdaya persisir dan laut yang ada. Selain itu beberapa permasalahan yang lain juga turut memberikana andil, yang dalam tulisan ini penulis sebut dengan ‘X-Variabel’. X variabel sangat terkait dengan kondisi dan karakteristik lingkungan , sosial budaya dan masyarakat dimana sumberdaya itu berada. Jadi berbeda tempat dan waktu mungkin akan berbeda variabel yang dominan mempengarui.

Degradasi yang merupakan sebuah proses perubahan keseimbangan mengarah kepada turunnya kualitas dan kuantitas sumber daya alam disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah : 1) Polusi oleh limbah perkotaan dan limbah industri dan sedimentasi akibat pemanfaatan dan penataan ruang wilayah hulu yang lemah, 2) Pemanfaatan sumberdaya pesisir dan pantai yang tidak ramah lingkungan (misal: penambangan pasir, dan lain-lain) dan penebangan hutan mangrove telah menyebabkan meningkatnya proses abrasi dan erosi pantai sehingga menimbulkan kerugian yang bear, 3) Pemanfaatan sumberdaya perikanan yang illegal (IUU Fishing) dan tidak ramah lingkungan telah menyebabkan kerusakan sumberdaya ikan dan terumbu karang, 4) Dinamika laut Indonesia memberikan pengaruh terhadap kondisi lingkungan regional dan global, 5) Pengaruh perubahan iklim global yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut perlu dicermati sungguh-sungguh, karena memberikan dampak yang besar bagi ekosistem pesisir.
Dalam hal inilah pemantauan sumberdaya kelautan menjadi sangat penting, sehingga dapat dilihat potensi yang ada, proses degradasi yang terjadi dalam kurun waktu tertentu dan langkah upaya penanggulangannya. Adapun beberapa alasan mengapa pemantauan sumberdaya kelautan menjadi sangat penting saat ini adalah : 1) Pemantauan merupakan salah satu cara untuk menyempurnakan sistem pengelolaan berkelanjutan, 2) Pengelolaan berkelanjutan menjamin (teoritis-praktis) objek akan selaras dengan pertumbuhan manusia, 3) Pemantauan merupakan bagian awal dari sistem pengawasan,4) Strategi pemantauan akan semakin kompleks dengan banyaknya objek dan kepentingan didalamnya.

Akhir kata, marilah kita bersama-sama memantau, menjaga, melestarikan dan turut sebagai agen perubahan keberlanjutan sumberdaya kelautan Indonesia. Menjadi perpanjangan tangkan pemerintah dalam memberikan informasi yang akurat terkait dengan sumberdaya kelautan di daerah kita masing-masing. Dengan demikian pengelolaan sumberdaya kelautan kedepan menjadi lebih baik.

Thursday, 9 June 2016

Pelunya Mendidikan Anak Nelayan Skala Kecil Sejak Dini



Seperti kita ketahui bersama, kemiskinan pada masyarakat pesisir merupakan permasalahan yang sudah menjadi fenomena umum di kalangan masyarakat. Dimana salah satu penyebabnya adalah karena rendahnya pengetahuan dan pemahaman mereka tentang pengelolaan sumber daya alam yang ada disekitar mereka. Pengetahuan dan pemahaman erat kaitannya dengan tingkat pendidikan seseorang. Oleh karena itu memberikan pendidikan bagi anak-anak nelayan khusunya nelayan skala kecil (tradisional) sejak dini menjadi salah satu langkah yang dianggap bijaksana (wise).
Terpuruknya sumber daya pesisir dan lautan yang berimbas kepada menurunnya pendapatan serta kesejahteraan nelayan sebenarnya tidak terlepas dari banyak faktor. Baik itu faktor sumber daya manusia, faktor ekonomi, faktor sosial, teknologi dan hukum serta kelembagaan yang belum berpihak ke kawasan pesisir dan lautan. Menumbuhkan kesadaran bersama dianggap paling efektif untuk mengatasi beberapa faktor penyebab kemiskinan di kawasan pesisir tersebut. Kesadaran akan timbul jika sudah tahu. Seperti pepatah bilang ‘tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta’. Oleh karena itu, dengan memperkenalkan karakteristik wilayah pesisir dan laut serta sistem ekologi yang terkandung di dalamnya kepada anak-anak nelayan sejak dini diyakini akan memberikan dampak fositif  jangka panjang.
Beberapa alasan mengapa anak-anak di kawasan pesisir tidak bersekolah adalah 1) orang tua mereka juga tidak bersekolah, sehingga tidak ada anjuran kepada anak-anak mereka juga untuk menuntut pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, 2) ketidak berdayaan para orang tua dalam hal keuangan sehingga anak-anak umumnya putus sekolah, 3) kemauan dari anak itu sendiri rendah, 4) bekerja membantu orang tua atau bekerja sendiri mencari ikan, udang dan kepiting disekitar rumah atau kampung saja sudah dapat menghasilkan uang Rp.50.000 – Rp.100.000 per hari, 5) suka membandingkan, sebagai contoh sorang sarjana saja hanya digaji perusahaan ± Rp.2-3 juta per bulan, saya saja anak-anak dapat segitu kata mereka.
Padahal satu hal yang mereka tidak fahami adalah bahwa sumber daya pesisir dan laut itu (baik itu sumber daya ikan yang ada di dalamnya, ekosistem pesisir dan laut itu sendiri dan pengaruh pencemaran yang masuk) membuat daya dukung dan daya tampungnya akan semakin menurun jika tidak dikelola dengan baik atau secara berkelanjutan. Laut sebagai kawasan milik bersama dan sifatnya yang open acces membuat sertiap orang akan kesulitan dalam mengontrol setiap kegiatan yang beraktifitas dinsan. Ditambah lagi ukuran laut laut yeng sangat luas, membuat laku menjadi aset yang harus dikelola dengan penuuh kesadaran secara bersama-sama. Tidakan membuang sampah sembarangan, menangkap ikan yang tidak sesuai ukuran konsumsi atau sedang bertelur akan menyebabkan siklus hidup di ekosistem pesisir dan laut akan terganggu. Menebang hutan mengrove tidak mempertimbangkan ukuran (tebang pilih) akan menyebabkan ekosistem tempat ikan, udang dan kepiting mencari makan rusak.
Cara dan teknologi pemanfaatan sumber daya pesisir yang tidak ramah lingkungan serta berkelanjutan akan berdampak pada menurunnya sumber daya ikan yang ada. Setidaknya pendidikan seperti inilah yang harus kita sampaikan/sosialisasikan kepada anak-anak nelayan. Bagaimana mereka harus mengerti secara rasional bahwa laut juga kemempuan/ ambang batas dalam menerima respon/masukan dari luar. Laut juga harus dijaga secara bersama-sama, demi keberlanjutan sumber daya yang ada di dalamnya untuk masa mendatang.
Keberlanjutan sumber daya wilayah pesisir dan laut akan sangat berdampak kepada kesejahteraan masyarakat yang tinggal disekitarnya. Sebagai contoh, dahulu kala pada saat ekosistem pesisir masih baik, maka nelayan tidak sesulit sekarang dalam mendapatkan ikan hasil tangkapan di sungai ataupun laut. Sekarang, pada saat daya dukung ekosistem pesisir sudah semakin menurun, maka nelayan pada umumnya harus ke tengah lautan untuk mencari ikan. Hal ini karena di kawasan pesisir pantai ikan-ikan sudah tidak ada lagi. Akhir kata, marilah kita kelola sumber daya pesisir dan laut dengan melakukan pendekatan pendidikan pada anak usia dini, sehingga kawasan pesisir dan laut dapat menyediakan sumber daya ikan yang melimpah bagi kita dan anak cucu kita mendatang.